Rabu, 18 Juli 2012

Persiapan untuk memulai Bisnis Online

Sebelum kita memulai bisnis apapun itu harus kita lihat dasar pengambilan keputusan untuk masuk ke bisnis tersebut. 
1. Jenis Bisnisnya. Disini dapat kita mulai dengan memilih jenis produknya apa ? Jasa atau bukan, 

a. jika jasa, maka kemudian ditentukan jasa apa yg akan kita pasarkan, reseller atau produk sendiri, jika        reseller maka jenis jasa apa saja yang akan kita jual tentukan produk jasa yang akan kita jual. 

b. Jika produk jasa yang kita buat sendiri, maka tentukan jenis jasa apa saja yang akan dijual. (selanjutnya kita bahas di bagian 3 tentang produk). 

c. Jika bukan jenis produk jasa berarti ada objek yang dijual, jika reseller tentukan jenis barang yang akan dijual. 

 d. Jika anda menjual produk berupa barang produk sendiri, ini membutuhkan batasan yg jelas dari produk anda. (selanjutnya kita bahas di bagian 3 tentang produk). 

2. Konsep bisnisnya. Bagian ini gampang-gampang susah, karena menentukan awal bisnis dan visi kedepan. hal yang harus ditetapkan dalam proses ini adalah : - bisnis online akan kita mulai dari mana, awal seperti apa, toko online ? atau jenis bisnis online, yang lain, target awalnya apa, pencapaian berapa lama, tujuan ingin apa, contoh : kainbatikgarut.com, konsep dari toko online ini adalah membuat jaringan distribusi batik dan produk turunannya diseluruh Indonesia, tahap pertama ada membuka jaringan di tingkat agen, setelah itu dibuat distributor untuk para agen di masing2 wilayah yang mampu menjual produk paling banyak dalam wilayahnya, untuk kemudian mensupport agen dibawahnya dengan menentukan harga jual tertinggi tingkat dist, agen, dan end user perwilayah, para agen itu tidak hanya menjual produk kita saja, tapi merupakan toko fashion yang menjual banyak produk selain produk kainbatikgarut.com, dan kami membantu mensupport lewat marketing online yang ada, jadi apabila ada yang ingin membeli secara online dapat kita sambungkan ke agen terdekat dalam wilayah tersebut. 

3. Produknya. Untuk Produknya yang perlu dipertimbangkan adalah : 
a. Jenisnya dan siapa yang memerlukannya, kita bahas pertama adalah jenis produknya, apakah substitusi atau komplementer, baik jasa maupun barang kita harus tahu, apakah produk kita merupakan produk pengganti atau saling melengkapi dengan produk lainnya. 

b. Life Cycle dari produk kita, apapun jenis produk kita memiliki umur ekonomis, baik karena mutu barang, perubahan kebutuhan, teknologi atau sebab lainnya. Kita tentukan umur produk kita berdasar jenis tadi, jika produk kita merupakan jenis substitusi berarti kita harus tahu produk sejenisnya, lalu tentukan umurnya, setelah itu kita persiapkan produk penggantinya, dengan mengikuti produk sejenis yang ada. Demikian juga jika produk kita berjenis komplementer, lakukan hal yang sama. 

 c. Produk pengganti dan turunan, untuk ini kita membuat batasan atas produk yg kita jual atau produksi, artinya apakah produk kita masih layak kita jual dengan harga tertentu ? Jika tidak maka kita cari atau membuat turunan dari produk tersebut. Proses ini akan berlangsung terus menerus dan membutuhkan konsentrasi akan bisnis yang mantap. 

d. Penentuan Harga, ini juga harus berhati-hati, kadang harga yg paling murah tidak menjamin pembeli yg banyak karena itu harus ditentukan dengan baik. Termasuk didalamnya adalah after sales service yg mendukung karena dengan ini dapat membantu penjualan dan penentuan harga yg lebih baik. 

4. Proses transaksinya. Salah satu hal paling sulit dalam membangun online bisnis adalah proses transaksi, karena untuk awal kita membutuhkan pengakuan akan keamanan transaksi, dari sisi buyer, mereka akan memperhatikan keamanan uang dan kualitas barang yang diterima. Bangunlah Image branding yang kuat bahwa kita adalah pengusaha online yang serius, bukan penipu yang menggunakan on line bisnis sebagai topengnya. 

 5. Rencana Marketing. Proses ini sudah melibatkan banyak hal dengan teknologi, karena bersangkut paut dengan yang gratis dan berbayar, gunakan sosial media yang ada sebaik mungkin, gunakan banyak hal yang memudahkan komunikasi dengan potensial buyer, facebook fanpages, twitter, atau toko online yg sudah mapan dapat kita gunakan untuk proses ini. 

 6. Rencana Penjualan. Buat rencana yang detail tentang penjualan, kapan mulai memperkenalkan produk, kapan harus mulai membangun kepercayaan, dan kapan harus mulai menghasilkan, dengan ini semua hal diatas harus sudah siap. Eksekusi, 

 7. Rencana Kerja. Buatkan rencana kerja atas proses tadi, persatuan waktu, setelah itu siap, anda siap memulai bisnis online anda. Ingat dengan rencana yang baik bukan berarti semua akan berjalan lancar, jika ada hal yang salah, langsung lakukan diagnosa masalah, cari masalahnya, temukan jawaban atas masalah itu dan jalankan lagi, perbaiki rencana anda secara terus menerus, perbaiki rencana kerja, jalankan, jika bertemu masalah, cari masalah, temukan jawaban, eksekusi, awasi lagi perjalanannya, lakukan itu secara terus menerus. Jangan menyerah !!! karena mungkin langkah anda berikutnya akan membuat anda sangat berhasil !!! kita tidak akan menikmati lampu hemat energi yang ada sekarang jika "si bodoh" menghentikan percobaan bola lampunya setelah 9.998 kali, dia berhasil di percobaannya yang ke 9.999, apa jawaban untuk keberhasilannya ? SAYA SUKSES KARENA SAYA SUDAH KEHABISAN KEGAGALAN, dan apa yang didapat dari sekian banyak kegagalannya ?? dia menjawab SAYA MENGETAHUI RIBUAN CARA AGAR LAMPU TIDAK MENYALA, sebuah jawaban dari sudut pandang yang luar biasa. Siapakan :si bodoh" yang dimaksud dialah Thomas Alfa Edison, cek biografi  Tetap semangat !!!

Tidak ada komentar:

Posting Komentar